Becak dan Modernisasi

Becak adalah jenis kendaraan tradisional di Indonesia. Dulu, setiap kota di Pulau Jawa pasti memiliki becak. Tapi kini keeksistensiannya perlahan mulai pudar tergantikan oleh bus, mobil dan motor yang kian hari kian membludak. Fakta ini jelas membuat negara kita, Indonesia, makin tersohor dengan julukan negara penuh
polusi dan macet. Tapi hal ini berbeda dengan Jogjakarta.

Meskipun tak lepas dari yang namanya macet. Tapi satu hal yang perlu dicontoh dari Jogjakarta adalah ke-EKSISTENSI-an becak masih terjaga yaitu di kawasan Jl. Malioboro. Toleransi antara becak dan kendaraan modern lainnya pun tampak pada pembagian jalan. Dimana kawasan Malioboro dibuat one way (satu jalur, untuk kendaraan bermotor) dan 2 jalur di kanan kiri Jl. Malioboro diperuntukkan untuk kendaraan tradisional. Maka jika Anda mengunjungi kawasan tersebut akan tampak sederetan andong dan becak yang sedang terparkir dan siap melayani wisatawan domestik maupun asing untuk berkeliling kota 
Jogjakarta.

Kondisi tersebut jelas memberikan dampak yang positif, bukan saja untuk para tukang becak secara pribadi dengan penambahan jumlah penghasilan, melainkan juga Kota Jogjakarta secara keseluruhan yang dikenal sebagai kota berbudaya. 
         “In my country I didn’t see transportation like this. It is good, unique, interesting and because              Indonesian culture. I like it. This evening I want to try,” kata Mirella, wisatawan asal Rumania. 

Bayangkan, jika tidak hanya Jogjakarta saja yang dikenal sebagai kota berbudaya. Anggaplah Bandung, Surakarta, Surabaya dan Jakarta pun ikut melangkah menuju predikat tersebut. Berapa jumlah wisatawan asing yang akan mengunjungi Indonesia? Berapa pula devisa yang didapat Indonesia sebagai negara tujuan utama wisatawan asing? Dan yang paling fenomenal adalah berapa jumlah orang yang terlepas dari predikat miskin? 

Jawabannya adalah banyak sekali keuntungan dari mempertahankan dan menjaga budaya daerah dan budaya bangsa, terutama terkait dengan transportasi tradiosional. Selain salah satu upaya mempertahankan budaya juga merupakan upaya untuk mengurangi jumlah kepadapatan kendaraan bermotor dan polusi akibat kendaraan pribadi (mobil dan motor). Mari kita sama-sama mewujudkan Indonesia sebagai negara tujuan utama wisatawan asing ! Karena kalau bukan kita siapa lagi ? Hidup Indonesiaku ! Salam Budaya !
Post a Comment

Popular posts from this blog

HIJAB TRAVELER (Ika Nur Setiyawati's Journey)

Learning Simple Japanese Language For Backpacker or Traveler

Photo Blog Merapi Mountain - Part 1